Thursday, January 5, 2017

Article MIS, Hapzi, Yonathan, Sheli, Mercu Buana University, Indonesia.



SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM ERA GLOBAL PADA PT. BANK BCA

Yonathan1, Hapzi Ali2, Sheli3
1Audit Internal, PT. Satwika Permai Indah, Jakarta Indonesia
2 Profesor Manajemen Universitas Mercubuana, Jakarta Indonesia
3 Ketua Kelas Universitas Mercubuana, Jakarta Indonesia
Abstrak: Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan tetapi sumber daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan yang besar. Dalam era globalisasi, Ketatnya persaingan bisnis dalam industri apapun menuntut sebuah perusahaan harus mempunyai perencanaan strategi yang matang untuk dapat memenangkan persaingan bisnis termasuk PT.BANK BCA. Dalam penelitian ini akan ditunjukan beberapa keunggulan kompetitif BANK BCA dibandingkan dengan bank lainnya.

I.   Pendahuluan

BCA dalam perjalanannya pernah mengalami dampak buruk persaingan bisnis di dunia perbankan. BCA di dirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama awal Bank Central Asia NV. Dan BCA  sempat terkena dampak buruk dari krisis moneter yang terjadi pada tahun 1957. Krisis moneter yang terjadi pada tahun tersebut membawa pengaruh besar terhadap aliran dana tunai di BCA, dan bahkan mengancam kelanjutan bisnis proses yang di jalankan oleh BCA.

Sehingga pada akhirnya BCA sempat di ambil alih oleh BPPN di tahun 1998. Berkat kebijaksanaan para pemimpin dan sistem tata kelola organisasi yang baik, akhirnya pada tahun tersebut BCA berhasil pulih kembali dan menjadikan BCA sebagai salah satu bank swasta nasional papan atas Indonesia. BCA memiliki filosofi, budaya kerja, dan nilai-nilai yang telah di bangun sejak berdirinya. Hai inilah yang mengantarkan BCA ke dalam kesuksesan.

Pada tahun 1990 BCA mengembangkan alternatif jaringan layanan melalui ATM BCA (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine) yang berkembang secara pesat. Pada tahun 1991, BCA mulai menempatkan 50 unit ATM di berbagai tempat di Jakarta. Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif. BCA menjalin kerja sama dengan institusi terkemuka, antara lain PT Telkom untuk pembayaran tagihan telepon melalui ATM BCA. BCA juga bekerja sama dengan Citibank agar nasabah BCA pemegang kartu kredit Citibank dapat melakukan pembayaran tagihan melalui ATM BCA.

Dari krisis yang pernah di alami BCA beberapa tahun lalu, mengingatkam para pemimpin BCA untuk membentengi diri dengan mengembangkan organisasi dan Sumber Daya Manusia yang ada. Visi, misi, dan nilai-nilai yang sedari awal mendasari perjalan bisnis BCA kemudian di formulasikan kembali menjadi budaya perusahaan sesuai dengan strategi bisnis dan tantang yang akan di hadapi kedepan.

Bank BCA sebagai bank yang memiliki jaringan elektronik terbesar dan paling tersebar luas di Indonesia. Dengan jaringan kantor cabang dan ATM BCA yang terhubung secara online di seluruh Indonesia, BCA selalu siap melayani Nasabahnya. BCA bekerja sama dengan lebih dari 34,000 merchant di Indonesia di mana nasabah dapat dengan mudah dan leluasa berbelanja menggunakan fasilitas Debit BCA. Layanan Tunai BCA memungkinkan nasabah melakukan transaksi tarik tunai pada saat berbelanja. Kartu Kredit BCA (BCA Card, JCB BCA, BCA Visa, BCA Mastercard), diterima berjuta-juta merchant di seluruh dunia. Tak kalah penting, dengan menjadi nasabah BCA kita dapat menikmati layanan perbankan non-tunai dengan cepat dan mudah melalui fasilitas BCA by Phone, m-BCA (mobile banking), dan KlikBCA (Internet Banking) seolah-olah kita memiliki ATM pribadi di pesawat telepon, ponsel maupun komputer kita.

Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BCA Sebagai bank transaksional terus menerus memperluas ragam produknya dengan menawarkan rangkaian jasa yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabahnya. Adapun produk dan jasa dari BCA antara lain:

Jenis
Nama Produk dan Jasa
Simpanan
Kartu Kredit
Fasilitas Elektronik
Jasa-jasa Perbankan
Kredit
Fasilitas Ekspor-Impor
Jaminan Bank
Fasilitas mata uang asing
Rekening Tahapan, Rekening Tapres, Rekening Giro, Deposito Berjangka, dan Sertifikat Deposito
BCA Card, BCA Master Card, BCA Visa, BCA JCB
ATM BCA, Debit BCA, Tunai BCA, KlikBCA Internet banking, m-BCA mobile banking, BCA Link, Call Center
Safe Deposit Box (SDB), pengiriman uang, travelers cheques, inkaso dan kliring, mata uang asing
KPR, KKB, Kredit Modal Kerja, Kredit Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust receipt, Kredit Investasi
LC, negosiasi, diskonto, documentary collections, bankers acceptance
Bid bond, payment bond, advance payment bond, performance bond, and Import Duty Exemption and Refund Center
Fasilitas mata uang asing


Visi:
Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.


Misi:
  • Membangun institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan.
  • Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah.
  • Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA.


Sumber: www.bca.co.id

  
II.      Tinjauan Pustaka

Sistem Informasi untuk Keunggulan Kompetitif pada Bank BCA
Bank Cental Asia baru serius menggunakan teknologi informasi sekitar tahun 1989 dengan tujuan untuk membedakan pelayanan dengan bank lain. Untuk itu Bank Cental Asia harus menginvestasikan dana yang besar untuk membangun sistem informasinya. Dengan menggunakan VSAT, BCA mampu menghubungkan antar cabangnya secara on line. Produk  BCA yang selama ini memanfaatkan teknologi informasi meliputi telegraphic tansfer, mail transfer, ATM dan phone banking. Sampai tahun 1995 jumlah ATM BCA mencapai 500 unit. Hal ini berkat kemudahan yang selama ini ditawarkan BCA.
Sistem informasi BCA juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas cabang. Penjurnalan pembukuan sekarang dilakukan secara otomatis, begitu  juga pemindahan antar rekening. Dengan demikian pekerjaan para auditor menjadi lebih ringan. Kehadiran Local Area Network (LAN) digunakan untuk pendistribusian data entry dan pemrosesan transaksi. Pada hari-hari sibuk tak kurang dari 1 juta transaksi harus diproses. Sedangkan fasilitas e-mail digunakan untuk mempermudah komunikasi antar cabang. Pada masa sekarang agar suatu perusahaan tetap mampu survive di tengah jaman  yang terus menerus berubah secara cepat seperti sekarang ini, salah satu kata kuncinya  menurut Thurow (1997) adalah adaptif. Hal ini disebabkan perubahan jaman akan  membawa  pula perubahan pada sifat masyarakat dan tentu saja pada sifat dunia ekonomi secara  khusus.
Agar perusahaan mampu selalu adaptif terhadap perubahan yang muncul, maka perusahaan harus mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Untuk itu perusahaan harus mempunyai berbagai data dan informasi tentang segala sesuatu yang ada di sekitar perusahaan. Dengan data-data yang ada tersebut, perusahaan dapat  membuat berbagai macam alternatif skenario strategi. Selanjutnya dengan pengolahan informasi yang terus menerus dari data yang masuk dari hari ke hari, perusahaan dapat melakukan analisis atas alternatif-alternatif skenarionya, untuk mencapai skenario terbaik bagi pelaksanaan kegiatan di waktu-waktu mendatang, demikian seterusnya. Hal seperti ini tentu saja memerlukan dukungan suatu sistem informasi yang baik.
E-Commerce pada Bank BCA

Pengguna internet di Indonesia dan di seluruh dunia dalam satu dasawarsa terakhir, mengalami perkembangan sangat pesat. Bahkan kini, internet telah menjadi sarana bisnis dan digunakan lebih dari 1,5 miliar orang di dunia. Pesatnya jumlah pengguna internet, memacu PT. Bank Central Asia.Tbk (BCA) meluncurkan E-Commerce BCA, yakni sebuah layanan pemrosesan transaksi online kartu kredit di website merchant BCA.
Layanan E-Commerce BCA dirancang untuk memenuhi kebutuhan para merchant dalam meningkatkan penjualan dan menggarap potensial market yang lebih luas. Melalui layanan E-Commerce BCA, para merchant dapat memiliki online payment processing menu pada website mereka serta dilengkapi layanan penyelesaian transaksi settlement. Untuk memberikan layanan E- Commerce ini, BCA didukung MasterCard internet Gateway Service (MiGS) sebagai payment gateway yang memberikan solusi pembayaran komprehensif. Pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan di website merchant dengan menggunakan kartu kredit MasterCard ataupun Visa, dapat diproses melalui fasilitas E-Commerce BCA.
E-Commerce BCA terlihat dari item pelayanan yang terdapat pada I-Banking bank BCA terdapat 10 Service yang bisa digunakan oleh nasabahnya, yaitu: Pembelian, Pembayaran, Transfer Dana, Informasi Rekening, Informasi Kartu Kredit, Informasi Lainnya, Status Transaksi, Historis Transaksi, Administrasi, dan E-mail.



Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi yang Dimiliki Bank BCA
Dengan klik BCA, menyediakan bagi individu maupun pemilik bisnis berbagai layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing melalui Internet. Sementara itu, bagi mereka yang selalu bepergian, disediakan jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top Up BCA, BCA by Phone dan Halo BCA. BCA telah mengembangkan infrastruktur broadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data berkecepatan tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang..
Di tanggal 31 Maret 2010, para nasabah BCA dapat menghubungi 889 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Jasa-jasa khusus bagi pelanggan premium BCA Prioritas BCA juga tersedia di 130 kantor cabang. Di tingkat international, kami bekerja sama dengan lebih dari 1.831 bank koresponden di 108 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).

Intranet dan Ekstranet
Intarnet adalah jaringan komputer-komputer yang saling tersambung digunakan suatu sistem organisasi. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berinternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet.
Ekstranet merupakan Penerapan teknologi internet dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama lain, dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier membutuhkan biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain itu, dibutuhkan sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang digunakan tiap perusahaan.
Penggunakan sistem informasi manajemen dalam operasional Bank BCA ini menghasilkan sesuatu yang positif demi kelangsungan berjalannya sistem perbankan, dampak positif tersebut diantaranya:
·         Sistem informasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas cabang
·         Memudahkan komunikasi antar cabang dengan adanya fasilitas E-mail
·         Layanan E-Commerce BCA berdampak positif bagi kebutuhan para merchant dalam meningkatkan penjualan dan menggarap potensial market yang lebih luas
·         Dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannya baik jaringan konvensional maupun elektronis untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah
·         Kemudahan Nasabah dalam Mengaksses informasi: Bank BCA telah memakai teknologi yang strategis, dan penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan kompetitif Bank BCA. Dengan teknologi ini, Bank BCA mengupayakan kemudahan nasabah Bank BCA untuk mengakses informasi tentang apa saja mengenai Bank BCA, sehingga nasabah dengan mudahnya memperoleh informasi yang mereka ingnkan tersebut.
·         Dengan sistem intranet dan ekstranet yang diterapkan BCA. Sebagai contoh, melalui layanan I-Banking BCA atau melalui ATM BCA para nasabah dapat secara langsung membayar rekening listrik atau telepon tanpa harus mendatangi PLN atau pun Telkom.
Selain dampak positif, dampak negatif akan ditimbulkan oleh penggunaan SIM pada Bank BCA, ini biasanya terjadi diantaranya Bank BCA akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen yang disebabkan karena berbagai macam, diantaranya penggunaan teknologi internet yang kerap dengan namanya pembobolan sistem oleh seorang hacker, pembobolan sistem informasi manajemen ini bisa berlangsung dan berdampak yang besar bagi perusahaan karena sumber-smber informasi penting telah dicuri,
Yang kedua, Bank BCA bisa kehilangan kepercayaan dari para pelangan karena kesalahan sistem pada website miliknya, biasanya karena website yang kurang diupdate atau karena gangguan sistem, sehingga konsumen akan kesulitan untuk mendapatkan informasi yang jelas serta up to date dari Bank BCA. Padahal informasi ini sangat penting untuk menarik para konsumen.
Yang terakhir dampak negatif dari penggunaan sistem informasi manajemen pada Bank BCA adalah kerugian yang tidak terduga, disebabkan oleh ganguan yang disebabkan secara sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik. Ekstranet merupakan Penerapan teknologi internet dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama lain, dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier membutuhkan biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain itu, dibutuhkan sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang digunakan tiap perusahaan, ini merupakan dampak negative yang ditimbulkan pada penggunaan system informasi manajemen pada Bank BCA

III.                        Metode Penelitian

Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem yang dipakai adalah dengan menggunakan metode ERP.






Berikut penjelasan metode ERP :

ERP singkatan dari 3 elemen kata yaitu, Enterprise (perusahaan/organisasi), Resource (sumber daya), Planning (perencanaan), 3 kata ini mencerminkan sebuah konsep yang berujung kepada kata kerja, yaitu “planning” yang berarti bahwa ERP menekankan kepada aspek perecanaan.
ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP  didasarkan  pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular.ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu system ystemr yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Syarat terpenting dari system ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan. Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis.

IV.  Hasil dan Pembahasan

Investasi Informasi Teknologi
Bank Central Asia (BCA) nampaknya telah menyadari bahwa bank yang memiliki 795 kantor cabang, 7,9 juta rekening, dan sekitar 15000 karyawan tidak mungkin beroperasi tanpa adanya dukungan dari sistem teknologi informasi. BCA sangat meyakini bahwa investasi teknologi akan dapat membantu mereka dalam memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan sehingga investasi di bidang teknologi informasi yang telah menghabiskan biaya yang sangat mahal bahkan bisa mencapai jutaan dollar tidak akan menjadi suatu masalah bagi perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan teknologi informasi yang tepat akan dapat meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.
Investasi di bidang teknologi informasi yang sangat mempengaruhi proses bisnis BCA menjadi perusahaan yang lebih menguntungkan adalah investasi dalam Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ERP dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Di samping menurunnya biaya operasional dan meningkatnya produktivitas perusahaan, investasi sistem yang terintegrasi ini juga memudahkan BCA dalam melihat kondisi internal perusahaan dan dalam melakukan pengendalian terhadap kantor-kantor cabang BCA yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan BCA telah mempunyai perwakilan di luar negeri
Dengan terintegrasinya kantor-kantor cabang dan departemen-departemen yang ada membuat kontrol terhadap kantor cabang baik secara manajemen maupun operasional menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi informasi. Hal ini dikarenakan sistem dari teknologi informasi tersebut telah dapat mengintegrasikan data-data dari seluruh kantor cabang yang dimiliki perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi perusahaan juga dapat melakukan pengendalian terhadap perusahaan apabila mendapatkan informasi yang melenceng dari yang telah ditentukan. Di samping itu terintegrasinya data-data dari kantor-kantor cabang dan departemen yang ada dalam perusahaan membuat perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaannya setiap saat, hal ini dikarenakan data-data yang ada dalam sistem ERP tersebut online dan selalu up to date sehingga dari data yang selalu diperbaharui tersebut perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas dan perkembangan sehari-hari dari berbagai kantor cabang yang dimiliki perusahaan.
ERP telah mengintegrasikan data-data yang ada dalam perusahaan secara akurat dan tersimpan dari tahun ke tahun, kondisi ini menjadikan perusahaan mempunyai data history yang akan sangat bermanfaat dalam melakukan forecasting untuk mengetahui perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Hal ini tentu dapat mempermudah perusahaan dalam menentukan perencanaan strategi. Jadi, investasi di bidang teknologi informasi ini diharapkan dapat mendukung bisnis perbankan dalam melakukan perencanaan strategi dan kontrol kepada kantor cabang mereka yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Bank Central Asia (BCA) telah menyadari bahwa pemanfaatan teknologi informasi pada industri perbankan dengan kantor cabang dan nasabah dalam jumlah yang cukup banyak menjadi suatu kebutuhan mutlak. BCA merupakan perbankan swasta nasional yang paling serius dibandingkan dengan bank-bank nasional lain dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi. Investasi di bidang teknologi informasi ini dimaksudkan agar terjadi keakurasian, kecepatan, mutu layanan, serta keamanan yang menjadi sisi paling penting yang harus secara cermat dikelola. BCA nampaknya sudah mulai menyadari bahwa teknologi akan dapat membantu mereka dalam memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan sehingga investasi yang cukup besar di bidang teknologi informasi tidak akan menjadi suatu masalah bagi perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan teknologi informasi yang tepat akan dapat meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.
Untuk melakukan investasi awal di dibidang teknologi informasi, Bank Central Asia (BCA) harus mengeluarkan biaya investasi dalam jumlah yang cukup besar bahkan sampai jutaan dollar. Pada saat ini dimana sistem teknologi informasi telah bekerja sesuai prosedur, Bank Central Asia (BCA) setiap tahunnya harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 40-50 juta dimana dana yang sangat besar tersebut digunakan untuk belanja TI (modem, computer, writer, PC, dsb) sebesar US$ 20-25 juta, angka ini belum terhitung untuk belanja mesin ATM, biaya telekomunikasi, membayar hak pakai software dan maintenance fee yang tiap tahun menghabiskan US$ 15-20 juta (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004). Investasi BCA dalam bidang teknologi informasi sangat dipengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah dalam dollar, hal ini dikarenakan vendor dari sistem yang digunakan BCA merupakan vendor asing sehingga dalam penetapan pembayaran hak pakai atas software dan maintenance fee harus menggunakan kurs dollar sehingga apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah maka BCA harus membayar biaya hak pakai atas software dan maintenance fee dalam jumlah yang relative lebih besar dibandingkan apabila nilai tukar rupiah terhadap dollar relative stabil.
Biaya yang dikeluarkan BCA untuk melakukan investasi di bidang teknologi informasi tidak hanya tersebut di atas, tetapi BCA harus mempersiapkan para end user yang nantinya akan menggunakan sistem teknologi tersebut. Persiapan end user tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit hal ini dikarenakan perusahaan harus melakukan pelatihan yang konsisten yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Tidak hanya itu perusahaan juga harus mengeluarkan dana untuk menggaji karyawan dalam melakukan monitoring hasil dari pelatihan yang telah diberikan perusahaan terhadap para karyawannya.
Keputusan perusahaan untuk melakukan investasi dibidang teknologi informasi tampaknya telah disadari oleh manajemen BCA untuk dapat bersaing dalam industri perbankan lainnya. Hal ini dikarenakan dalam persaingan yang sangat ketat ini perusahaan harus mempunyai competitive advantage yang dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Di samping itu jumlah kantor cabang dan nasabah yang terus mengalami peningkatan akan mempersulit BCA dalam melakukan kontrol terhadap kelangsungan bisnisnya apabila tidak menggunakan teknologi.
Bank Central Asia (BCA) telah sukses dalam implementasikan ERP yang merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Sebagai dampak dari kesuksesan implementasi ERP tersebut BCA telah mendapatkan banyak keuntungan yang dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan.
Sebagai indikasi dari banyaknya keuntungan yang didapat dari investasi di bidang teknologi informasi adalah semua transaksi yang dulu dilayani oleh teller sekarang bisa melalui fasilitas elektronik. Secara kuantitatif jumlah pelanggan produk berbasis teknologi informasi di BCA mengalami peningkatan hal ini dikarenakan pada saat ini perkembangan internet di masyarakat terus mengalami peningkatan sehingga fasilitas teknologi informasi yang disediakan BCA untuk para nasabahnya melalui pemberian layanan internet banking tampaknya membuat konsumen merasa nyaman dalam melakukan transaksi. Demikian halnya dengan produk mobile banking BCA, pelanggan dari produk ini terus mengalami peningkatan seiring perkembangan industri hand phone di Indonesia.
Investasi di bidang teknologi informasi ini juga dapat meningkatkan produktivitas perusahan dimana pada tahun 1999 jumlah pegawai BCA sebanyak 23 ribu orang, sementara pada saat ini pegawai BCA hanya sebanyak 21 ribu orang padahal jumlah transaksi yang ada di BCA mengalami peningkatan sebesar tiga kali lipat dari transaksi-transaksi sebelumnya dimana pada saat ini Bank Central Asia (BCA) melayani transksi sebanyak 3,5 juta transaksi per hari (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004).
Penerapan teknologi informasi yang tepat tentu akan memberi nilai tambah bagi perusahaan demikian halnya dengan Bank Central Asia (BCA). Penerapan sistem ERP telah berhasil mengintegrasikan semua kantor cabang dan semua departemen yang ada dalam perusahaan. Kondisi ini menyebabkan perusahaan akan dapat mengetahui secara akurat dan tepat mengenai proses yang sedang terjadi dalam perusahaan dan perlu waktu berapa lama lagiapabila proses tersebut belum selesai. Kondisi ini menjadikan proses yang ada dalam perusahaan menjadi lebih transparan sehingga perusahaan dapat memelihara tingkat kualitas pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya dengan jelas. Dengan pengintegrasian data menjadikan data-data dari kantor cabang dan departemen-departemen yang ada menjadi lebih transparan yang nantinya akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui kondisi internal perusahaan secara keseluruhan yang selanjutnya akan mempermudah perusahaan dalam melakukan pengendalian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih pada saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih belum stabil. Di samping mempermudah perusahaan dalam melakukan pengendalian, investasi di bidang teknologi informasi ini juga dapat memberikan kemudahan kepada perusahaan dalam melakukan forecasting karena adanya data history dalam sistem tersebut dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui kecenderungan produk di pasaran nantinya sehingga mereka dapat menentukan perencanaan strategi terhadap target produk mereka di pasar.
Benefit-benefit yang didapatkan perusahaan dengan mengimplementasikan teknologi informasi pada umumnya merupakan benefit yang tidak dapat diukur dengan uang tetapi langsung dapat mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena banyaknya benefit yang diperoleh perusahaan baik yang dapat diukur maupun yang tidak dapat diukur dengan uang yang secara langsung dapat mendukung kinerja perusahaan menjadikan BCA tidak menganggap investasi di bidang teknologi informasi ini sebagai cost center dalam perusahaan tetapi lebih menganggap investasi teknologi informasi tersebut sebagai strategic patner perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Implementasi di bidang teknologi informasi ini juga menjadikan proses yang ada dalam perusahaan menjadi lebih terkontrol.
Kesuksesan Bank Central Asia (BCA) dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi dimana dapat terlihat dari nilai aset dan jumlah pelanggannya yang terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadikan bank-bank nasional baik swasta maupun milik pemerintah yang tadinya ragu-ragu untuk melakukan investasi di bidang teknologi informasi menjadi tertarik untuk melakukan investasi padahal kesuksesan implementasi di bidang teknologi informasi dalam sistem yang sama di satu perusahaan belum tentu akan mendapatkan kesuksesan yang sama meskipun kedua perusahaan tersebut bergerak dalam industri yang sama.
Kebutuhan yang berbeda yang ada dalam setiap perusahaan itulah yang menjadikan kesuksesan investasi teknologi informasi yang sukses di satu perusahaan belum tentu sukses di perusahaan yang sejenis, hal ini dikarenakan dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi tidak terletak pada ”what” melainkan lebih menekankan kepada ”how” Jadi sistem teknologi informasi yang bisa berjalan di BCA belum tentu bisa berjalan di bank-bank lain. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan harus punya knowledge sendiri dan harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan itu sendiri (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004).
Manfaat Investasi Teknologi Informasi
Adapun keuntungan yang didapatkan perusahaan dengan melakukan investasi di bidang teknologi informasi tersebut antara lain:
¨ Kemudahan melakukan kontrol perusahaan
Implementasi teknologi informasi seperti ERP yang telah dilakukan oleh BCA menjadikan sistem yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi terintegrasi. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui perkembangan bisnisnya setiap saat karena data yang ada dalam sistem tersebut adalah data yang online dan up to date dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas sehari-hari dari tiap departemen dan kantor cabangnya. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan dalam melakukan kontrol untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses bisnis, dan apabila kesalahan telah terjadi perusahaan dapat langsung mengetahui sehingga perusahaan dapat meminimalisasi kerugiannya.
¨ Produktivitas Meningkat
Pengimplementasian Enterprise Resource Planning (ERP) pada BCA menyebabkan kinerja perusahaan menjadi lebih meningkat. Hal ini dikarenakan penguunaan teknologi tersebut dapat menciptakan kecepatan dalam bekerja dan juga memberikan tingkat akurasian yang cukup tinggi hal ini tentu akan dapat meningkatkan peroduktivitas perusahaan karena dengan tingkat kecepatan bekerja yang tinggi perusahaan akan memperoleh output yang lebih banyak dalam hal ini perusahaan dengan sumber daya yang tetap akan dapat melayani nasabahnya dalam jumlah yang lebih besar bahkan dengan digunakannya teknologi ini perusahaan dapat mengurangi sumber dayanya tetapi output atau banyaknya nasabah yang dilayani mengalami peningkatan.
¨ Kemudahan dalam melakukan perencanaan strategi
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem yang terintegrasi sehingga semua data yang ada dalam setiap departemen dan kantor cabang perusahaan dapat terintegrasi, kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui kondisi perusahaan secara detail sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih lengkap. Informasi yang lengkap tersebut akan dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan bisnisnya di masa yang akan datang yang pada akhirnya informasi tersebut juga akan membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strateginya.


V.  Kesimpulan dan Saran

Kita sudah melihat bagaimana system kerja ERP pada Bank BCA, sekarang kita akan membandingkan bagaimana atau system apa yang dipakai oleh bank lain, dalam hal ini kami mengambil contoh Bank Mandiri :


BANK BCA
BANK MANDIRI
Investasi di bidang teknologi informasi yang sangat mempengaruhi proses bisnis BCA menjadi perusahaan yang lebih menguntungkan adalah investasi dalam Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ERP dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Di samping menurunnya biaya operasional dan meningkatnya produktivitas perusahaan, investasi sistem yang terintegrasi ini juga memudahkan BCA dalam melihat kondisi internal perusahaan dan dalam melakukan pengendalian terhadap kantor-kantor cabang BCA yang telah tersebar di seluruh Indonesia ERP telah mengintegrasikan data-data yang ada dalam perusahaan secara akurat dan tersimpan dari tahun ke tahun, kondisi ini menjadikan perusahaan mempunyai data history yang akan sangat bermanfaat dalam melakukanforecasting untuk mengetahui perkembangan perusahaan di masa yang akan datang
Tujuan pengembangan teknologi informasi (TI) di Bank Mandiri adalah agar setiap nasabah mendapat kemudahan dalam bertransaksi, baik di wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Bank Mandiri membutuhkan sistem yang onlinereal time dan fleksibel, Karena itulah, Bank Mandiri kemudian mengembangkanDomestic and International Payment System (DIPS). DIPS digunakan untuk mendukung proses transaksi domestik dan pembayaran internasional  Bank Mandiri yang dikelola secara terpusat. Tujuan dan target dari implementasi sistem ini adalah untuk memberikan pelayanan yang sama untuk semua produk dari seluruh channel guna memenuhi kebutuhan nasabah
Berdasarkan uraian di atas baik Bank BCA maupun mandiri sama-sama memiliki keunggulan tersendiri dalam hal pemanfaatan teknologi, Bank BCA menggunakan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk menurunkan biaya operasional, meningkatkan produktivitas perusahaan, dan melakukan pengendalian terhadap kantor-kantor cabang BCA sehingga dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pengontrolan, sedangkan Bank Mandirimengembangkan Domestic and International Payment System (DIPS) untuk mempermudah dalam mengelola proses transaksi domestik dan pembayaran internasional.


VI.    Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:

Investasi di bidang teknologi informasi sangat diperlukan secara mutlak bagi perusahaan atau industry manapun meskipun dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi ini perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup. Hal ini dikarenakan investasi tersebut telah banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja perusahaan untuk jangka panjang dalam menghadapi persaingan global.

Perkembangan teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dan telah mengubah pola-pola hubungan sosial, perekonomian (bisnis) dan politik.

Peran teknologi informasi dalam Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan Informasi global ini sehingga dalam derajat tertentu, teknologi informasi disamaratakan dengan Internet. Internet sendiri memang fenomenal kemunculannya sebagai salah satu tiang pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Internet menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya dalam dunia baru, yaitu dunia “maya”.

Aplikasi teknologi informasi dalam internet memungkinkan dikembangkannya sistem informasi manajemen yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kemudahan dalam mendistribusikan program aplikasi, mudah dan praktis karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, memiliki akses informasi yang lebih cepat, murah dan lebih baik serta mampu menurunkan biaya atas kebutuhan penyampaian dan penyebaran informasi.

Aplikasi teknologi informasi dalam internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih efektif daripada bank konvensional.

Peran aplikasi teknologi informasi sangat vital dalam internet banking. Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan internet sendiri tidak akan berfungsi/berguna, karena yang menjalankan internet adalah aplikasi teknologi informasi yang ada di dalam internet itu sendiri (terkoneksi).

seluruh perbankan di Indonesia sekarang ini telah memberikan pelayanan  secara real time on line dalam bertransaksi. Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers





Daftar Pustaka

Informasi Manajemen (Edisi 10) Raymond McLeod Jr dan George P. Schell

Online :

PT BCA Tbk (2014). About BCA. From http://www.bca.co.id/id/about/about_bca_landing.jsp, 27 Mei 2015
PT BCA Tbk (2014). Produk Dan Layanan. From http://www.bca.co.id/id/about/cari-tahu-tentang-bca/produk-dan-layanan/produk-dan-layanan_landing.jsp, 27 Mei 2015