SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
KEUNGGULAN
KOMPETITIF DALAM ERA GLOBAL PADA PT. BANK BCA
Yonathan1, Hapzi Ali2, Sheli3
1Audit Internal, PT. Satwika Permai Indah, Jakarta Indonesia
2 Profesor Manajemen Universitas Mercubuana, Jakarta
Indonesia
3 Ketua Kelas Universitas Mercubuana,
Jakarta Indonesia
Abstrak: Keunggulan kompetitif dapat dicapai
melalui pengelolaan sumber daya fisik, akan tetapi sumber daya virtual ternyata
juga dapat memainkan peranan yang besar. Dalam era globalisasi, Ketatnya
persaingan bisnis dalam industri apapun menuntut sebuah perusahaan harus
mempunyai perencanaan strategi yang matang untuk dapat memenangkan persaingan
bisnis termasuk PT.BANK BCA. Dalam penelitian ini akan ditunjukan beberapa
keunggulan kompetitif BANK BCA dibandingkan dengan bank lainnya.
I. Pendahuluan
BCA dalam
perjalanannya pernah mengalami dampak buruk persaingan bisnis di dunia
perbankan. BCA di dirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama awal Bank
Central Asia NV. Dan BCA sempat terkena dampak buruk dari krisis moneter
yang terjadi pada tahun 1957. Krisis moneter yang terjadi pada tahun tersebut
membawa pengaruh besar terhadap aliran dana tunai di BCA, dan bahkan mengancam
kelanjutan bisnis proses yang di jalankan oleh BCA.
Sehingga
pada akhirnya BCA sempat di ambil alih oleh BPPN di tahun 1998. Berkat
kebijaksanaan para pemimpin dan sistem tata kelola organisasi yang baik,
akhirnya pada tahun tersebut BCA berhasil pulih kembali dan menjadikan BCA
sebagai salah satu bank swasta nasional papan atas Indonesia. BCA memiliki
filosofi, budaya kerja, dan nilai-nilai yang telah di bangun sejak berdirinya.
Hai inilah yang mengantarkan BCA ke dalam kesuksesan.
Pada tahun
1990 BCA mengembangkan alternatif jaringan layanan melalui ATM BCA (Anjungan
Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine) yang berkembang secara pesat. Pada
tahun 1991, BCA mulai menempatkan 50 unit ATM di berbagai tempat di Jakarta.
Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif. BCA menjalin
kerja sama dengan institusi terkemuka, antara lain PT Telkom untuk pembayaran
tagihan telepon melalui ATM BCA. BCA juga bekerja sama dengan Citibank agar
nasabah BCA pemegang kartu kredit Citibank dapat melakukan pembayaran tagihan
melalui ATM BCA.
Dari
krisis yang pernah di alami BCA beberapa tahun lalu, mengingatkam para pemimpin
BCA untuk membentengi diri dengan mengembangkan organisasi dan Sumber Daya
Manusia yang ada. Visi, misi, dan nilai-nilai yang sedari awal mendasari
perjalan bisnis BCA kemudian di formulasikan kembali menjadi budaya perusahaan
sesuai dengan strategi bisnis dan tantang yang akan di hadapi kedepan.
Bank BCA sebagai bank yang memiliki jaringan elektronik terbesar dan
paling tersebar luas di Indonesia. Dengan jaringan kantor cabang dan ATM BCA
yang terhubung secara online di seluruh Indonesia, BCA selalu siap melayani
Nasabahnya. BCA bekerja sama dengan lebih dari 34,000 merchant di Indonesia di
mana nasabah dapat dengan mudah dan leluasa berbelanja menggunakan fasilitas
Debit BCA. Layanan Tunai BCA memungkinkan nasabah melakukan transaksi tarik
tunai pada saat berbelanja. Kartu Kredit BCA (BCA Card, JCB BCA, BCA Visa, BCA
Mastercard), diterima berjuta-juta merchant di seluruh dunia. Tak kalah
penting, dengan menjadi nasabah BCA kita dapat menikmati layanan perbankan
non-tunai dengan cepat dan mudah melalui fasilitas BCA by Phone, m-BCA (mobile
banking), dan KlikBCA (Internet Banking) seolah-olah kita memiliki ATM pribadi
di pesawat telepon, ponsel maupun komputer kita.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BCA Sebagai
bank transaksional terus menerus memperluas ragam produknya dengan menawarkan
rangkaian jasa yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik
para nasabahnya. Adapun produk dan jasa dari BCA antara lain:
|
Jenis
|
Nama
Produk dan Jasa
|
|
Simpanan
Kartu Kredit
Fasilitas Elektronik
Jasa-jasa Perbankan
Kredit
Fasilitas Ekspor-Impor
Jaminan Bank
Fasilitas mata uang asing
|
Rekening Tahapan,
Rekening Tapres, Rekening Giro, Deposito Berjangka, dan Sertifikat Deposito
BCA Card, BCA Master
Card, BCA Visa, BCA JCB
ATM BCA, Debit BCA,
Tunai BCA, KlikBCA Internet banking, m-BCA mobile banking, BCA Link, Call
Center
Safe Deposit Box
(SDB), pengiriman uang, travelers cheques, inkaso dan kliring, mata uang
asing
KPR, KKB, Kredit Modal
Kerja, Kredit Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust receipt, Kredit Investasi
LC, negosiasi,
diskonto, documentary collections, bankers acceptance
Bid bond, payment
bond, advance payment bond, performance bond, and Import Duty Exemption and
Refund Center
Fasilitas mata uang
asing
|
Visi:
Bank pilihan utama andalan
masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.
Misi:
- Membangun institusi yang unggul
di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis
dan perseorangan.
- Memahami beragam kebutuhan
nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya
kepuasan optimal bagi nasabah.
- Meningkatkan nilai francais dan
nilai stakeholder BCA.
Sumber: www.bca.co.id
II.
Tinjauan Pustaka
Sistem
Informasi untuk Keunggulan Kompetitif pada Bank BCA
Bank
Cental Asia baru serius menggunakan teknologi informasi sekitar tahun 1989
dengan tujuan untuk membedakan pelayanan dengan bank lain. Untuk itu Bank
Cental Asia harus menginvestasikan dana yang besar untuk membangun sistem
informasinya. Dengan menggunakan VSAT, BCA mampu menghubungkan antar cabangnya
secara on line. Produk BCA yang selama ini memanfaatkan
teknologi informasi meliputi telegraphic tansfer, mail transfer, ATM dan phone banking.
Sampai tahun 1995 jumlah ATM BCA mencapai 500 unit. Hal ini berkat kemudahan
yang selama ini ditawarkan BCA.
Sistem
informasi BCA juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas
cabang. Penjurnalan pembukuan sekarang dilakukan secara otomatis, begitu
juga pemindahan antar rekening. Dengan demikian pekerjaan para auditor menjadi
lebih ringan. Kehadiran Local Area Network (LAN)
digunakan untuk pendistribusian data entry dan pemrosesan transaksi. Pada
hari-hari sibuk tak kurang dari 1 juta transaksi harus diproses. Sedangkan
fasilitas e-mail digunakan untuk mempermudah komunikasi antar cabang. Pada masa
sekarang agar suatu perusahaan tetap mampu survive di tengah jaman yang
terus menerus berubah secara cepat seperti sekarang ini, salah satu kata
kuncinya menurut Thurow (1997) adalah adaptif. Hal ini disebabkan
perubahan jaman akan membawa pula perubahan pada sifat masyarakat
dan tentu saja pada sifat dunia ekonomi secara khusus.
Agar perusahaan mampu selalu adaptif
terhadap perubahan yang muncul, maka perusahaan harus mempersiapkan diri
terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Untuk itu perusahaan harus
mempunyai berbagai data dan informasi tentang segala sesuatu yang ada di
sekitar perusahaan. Dengan data-data yang ada tersebut, perusahaan dapat
membuat berbagai macam alternatif skenario strategi. Selanjutnya dengan
pengolahan informasi yang terus menerus dari data yang masuk dari hari ke hari,
perusahaan dapat melakukan analisis atas alternatif-alternatif skenarionya, untuk
mencapai skenario terbaik bagi pelaksanaan kegiatan di waktu-waktu mendatang,
demikian seterusnya. Hal seperti ini tentu saja memerlukan dukungan suatu
sistem informasi yang baik.
E-Commerce
pada Bank BCA
Pengguna
internet di Indonesia dan di seluruh dunia dalam satu dasawarsa terakhir,
mengalami perkembangan sangat pesat. Bahkan kini, internet telah menjadi sarana
bisnis dan digunakan lebih dari 1,5 miliar orang di dunia. Pesatnya jumlah
pengguna internet, memacu PT. Bank Central Asia.Tbk (BCA) meluncurkan E-Commerce BCA, yakni sebuah layanan pemrosesan
transaksi online kartu
kredit di website merchant BCA.
Layanan E-Commerce BCA dirancang untuk memenuhi kebutuhan
para merchant dalam meningkatkan penjualan dan
menggarap potensial market yang lebih luas. Melalui layanan E-Commerce BCA, para merchant dapat memiliki online payment processing menu pada website mereka serta
dilengkapi layanan penyelesaian transaksi settlement. Untuk memberikan layanan E- Commerce ini, BCA didukung MasterCard internet Gateway
Service (MiGS)
sebagai payment gateway yang
memberikan solusi pembayaran komprehensif. Pembayaran yang dilakukan oleh
pelanggan di website merchant dengan
menggunakan kartu kredit MasterCard ataupun Visa, dapat diproses melalui
fasilitas E-Commerce BCA.
E-Commerce BCA terlihat dari item pelayanan yang
terdapat pada I-Banking bank
BCA terdapat 10 Service yang bisa digunakan oleh nasabahnya, yaitu: Pembelian,
Pembayaran, Transfer Dana, Informasi Rekening, Informasi Kartu Kredit,
Informasi Lainnya, Status Transaksi, Historis Transaksi, Administrasi, dan
E-mail.
Sumber
Daya Komputasi dan Komunikasi yang Dimiliki Bank BCA
Dengan
klik BCA, menyediakan bagi individu maupun pemilik bisnis berbagai layanan
perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing melalui Internet.
Sementara itu, bagi mereka yang selalu bepergian, disediakan jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top
Up BCA, BCA by Phone dan Halo BCA. BCA telah mengembangkan infrastruktur broadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data
berkecepatan tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang..
Di tanggal
31 Maret 2010, para nasabah BCA dapat menghubungi 889 kantor cabang
di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan
Singapura. Jasa-jasa khusus bagi pelanggan premium BCA Prioritas BCA juga
tersedia di 130 kantor cabang. Di tingkat international, kami bekerja sama
dengan lebih dari 1.831 bank koresponden di 108 negara guna menyediakan
jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order).
Intranet
dan Ekstranet
Intarnet adalah jaringan
komputer-komputer yang saling tersambung digunakan suatu sistem organisasi.
Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan
segala fasilitas Internet, diibaratkan berinternet dalam lingkungan lokal.
umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi
dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone
Internet.
Ekstranet merupakan Penerapan teknologi
internet dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama
lain, dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier
membutuhkan biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain
itu, dibutuhkan sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang
digunakan tiap perusahaan.
Penggunakan sistem informasi manajemen
dalam operasional Bank BCA ini menghasilkan sesuatu yang positif demi
kelangsungan berjalannya sistem perbankan, dampak positif tersebut diantaranya:
·
Sistem
informasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas cabang
·
Memudahkan
komunikasi antar cabang dengan adanya fasilitas E-mail
·
Layanan E-Commerce BCA berdampak positif bagi kebutuhan
para merchant dalam meningkatkan penjualan dan
menggarap potensial market yang lebih luas
·
Dengan
memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia yang sangat terlatih, BCA telah
berhasil memperluas jaringannya baik jaringan konvensional maupun elektronis
untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah
·
Kemudahan
Nasabah dalam Mengaksses informasi: Bank BCA telah memakai teknologi yang
strategis, dan penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi
unsur penting dalam kekuatan kompetitif Bank BCA. Dengan teknologi ini, Bank
BCA mengupayakan kemudahan nasabah Bank BCA untuk mengakses informasi tentang
apa saja mengenai Bank BCA, sehingga nasabah dengan mudahnya memperoleh
informasi yang mereka ingnkan tersebut.
·
Dengan
sistem intranet dan ekstranet yang diterapkan BCA. Sebagai contoh, melalui
layanan I-Banking BCA atau melalui ATM BCA para nasabah dapat secara langsung
membayar rekening listrik atau telepon tanpa harus mendatangi PLN atau pun
Telkom.
Selain dampak positif, dampak negatif
akan ditimbulkan oleh penggunaan SIM pada Bank BCA, ini biasanya terjadi
diantaranya Bank BCA akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen yang
disebabkan karena berbagai macam, diantaranya penggunaan teknologi internet
yang kerap dengan namanya pembobolan sistem oleh seorang hacker, pembobolan
sistem informasi manajemen ini bisa berlangsung dan berdampak yang besar bagi
perusahaan karena sumber-smber informasi penting telah dicuri,
Yang kedua, Bank BCA bisa kehilangan
kepercayaan dari para pelangan karena kesalahan sistem pada website miliknya,
biasanya karena website yang kurang diupdate atau karena gangguan sistem,
sehingga konsumen akan kesulitan untuk mendapatkan informasi yang jelas serta
up to date dari Bank BCA. Padahal informasi ini sangat penting untuk menarik
para konsumen.
Yang terakhir dampak negatif dari
penggunaan sistem informasi manajemen pada Bank BCA adalah kerugian yang tidak
terduga, disebabkan oleh ganguan yang disebabkan secara sengaja,
ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia atau
kesalahan sistem elektronik. Ekstranet merupakan Penerapan teknologi internet
dalam ruang lingkup beberapa perusahaan yang merupakan mitra satu sama lain,
dengan kata lain Menghubungkan ke perusahaan partner dan supplier membutuhkan
biaya yang tinggi dan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Selain itu, dibutuhkan
sering terjadi masalah dengan kompatibilitas device yang digunakan tiap
perusahaan, ini merupakan dampak negative yang ditimbulkan pada penggunaan
system informasi manajemen pada Bank BCA
III.
Metode Penelitian
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang dipakai adalah dengan
menggunakan metode ERP.
ERP singkatan dari 3 elemen kata yaitu,
Enterprise (perusahaan/organisasi), Resource (sumber daya), Planning
(perencanaan), 3 kata ini mencerminkan sebuah konsep yang berujung kepada kata
kerja, yaitu “planning” yang berarti bahwa ERP menekankan kepada aspek
perecanaan.
ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk
mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan
untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database
pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular.ERP merupakan
software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke
dalam satu system ystemr yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik
dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.
Syarat terpenting dari system ERP adalah
Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada
satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen
berbagi informasi dan berkomunikasi. Database yang ada dapat mengijinkan setiap
departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara
real-time. Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah
disebarluaskan. Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah
bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan
disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk
meningkatkan unjuk kerja bisnis.
IV. Hasil
dan Pembahasan
Investasi
Informasi Teknologi
Bank Central Asia (BCA) nampaknya telah
menyadari bahwa bank yang memiliki 795 kantor cabang, 7,9 juta rekening, dan
sekitar 15000 karyawan tidak mungkin beroperasi tanpa adanya dukungan dari
sistem teknologi
informasi.
BCA sangat meyakini bahwa investasi teknologi akan dapat membantu mereka dalam
memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan sehingga investasi di
bidang teknologi informasi yang telah menghabiskan biaya yang sangat mahal
bahkan bisa mencapai jutaan dollar tidak akan menjadi suatu masalah bagi
perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan teknologi informasi yang tepat
akan dapat meningkatkan profit perusahaan di masa mendatang.
Investasi di bidang teknologi informasi yang
sangat mempengaruhi proses bisnis BCA menjadi perusahaan yang lebih
menguntungkan adalah investasi dalam Enterprise Resource Planning
(ERP). Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ERP dapat menurunkan
biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Di samping
menurunnya biaya operasional dan meningkatnya produktivitas perusahaan,
investasi sistem yang terintegrasi ini juga memudahkan BCA dalam melihat
kondisi internal perusahaan dan dalam melakukan pengendalian terhadap
kantor-kantor cabang BCA yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan BCA
telah mempunyai perwakilan di luar negeri
Dengan terintegrasinya kantor-kantor cabang dan
departemen-departemen yang ada membuat kontrol terhadap kantor
cabang baik secara manajemen maupun operasional menjadi lebih mudah dengan
adanya teknologi informasi. Hal ini dikarenakan sistem dari teknologi informasi
tersebut telah dapat mengintegrasikan data-data dari seluruh kantor cabang yang
dimiliki perusahaan. Dengan sistem yang terintegrasi perusahaan juga dapat
melakukan pengendalian terhadap perusahaan apabila mendapatkan informasi yang
melenceng dari yang telah ditentukan. Di samping itu terintegrasinya
data-data dari kantor-kantor cabang dan departemen yang ada dalam perusahaan membuat
perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaannya setiap saat, hal ini
dikarenakan data-data yang ada dalam sistem ERP tersebut online dan
selalu up to date sehingga dari data yang selalu diperbaharui
tersebut perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas dan perkembangan
sehari-hari dari berbagai kantor cabang yang dimiliki perusahaan.
ERP telah mengintegrasikan data-data yang ada dalam
perusahaan secara akurat dan tersimpan dari tahun ke tahun, kondisi ini
menjadikan perusahaan mempunyai data history yang akan sangat
bermanfaat dalam melakukan forecasting untuk mengetahui
perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Hal ini tentu dapat
mempermudah perusahaan dalam menentukan perencanaan strategi. Jadi, investasi
di bidang teknologi informasi ini diharapkan dapat mendukung bisnis perbankan
dalam melakukan perencanaan strategi dan kontrol kepada kantor cabang mereka
yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Bank Central Asia (BCA) telah menyadari bahwa
pemanfaatan teknologi
informasi pada industri perbankan dengan kantor cabang dan nasabah dalam jumlah
yang cukup banyak menjadi suatu kebutuhan mutlak. BCA merupakan perbankan
swasta nasional yang paling serius dibandingkan dengan bank-bank nasional lain
dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi. Investasi di bidang
teknologi informasi ini dimaksudkan agar terjadi keakurasian, kecepatan, mutu
layanan, serta keamanan yang menjadi sisi paling penting yang harus secara
cermat dikelola. BCA nampaknya sudah mulai menyadari bahwa teknologi akan dapat
membantu mereka dalam memperbaiki proses bisnis yang ada dalam perusahaan
sehingga investasi yang cukup besar di bidang teknologi informasi tidak akan
menjadi suatu masalah bagi perusahaan karena mereka yakin bahwa penggunaan
teknologi informasi yang tepat akan dapat meningkatkan profit perusahaan di
masa mendatang.
Untuk melakukan investasi awal di dibidang teknologi
informasi, Bank Central Asia (BCA) harus mengeluarkan biaya investasi dalam
jumlah yang cukup besar bahkan sampai jutaan dollar. Pada saat ini dimana
sistem teknologi informasi telah bekerja sesuai prosedur, Bank Central Asia
(BCA) setiap tahunnya harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 40-50 juta dimana
dana yang sangat besar tersebut digunakan untuk belanja TI (modem, computer,
writer, PC, dsb) sebesar US$ 20-25 juta, angka ini belum terhitung untuk
belanja mesin ATM, biaya telekomunikasi, membayar hak pakai software dan maintenance
fee yang tiap tahun menghabiskan US$ 15-20 juta (Sudarmadi/Abraham
Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004). Investasi BCA dalam bidang
teknologi informasi sangat dipengaruhi perkembangan nilai tukar rupiah dalam
dollar, hal ini dikarenakan vendor dari sistem yang digunakan BCA merupakan
vendor asing sehingga dalam penetapan pembayaran hak pakai atas software dan maintenance
fee harus menggunakan kurs dollar sehingga apabila nilai tukar rupiah
terhadap dollar melemah maka BCA harus membayar biaya hak pakai atas software dan maintenance
fee dalam jumlah yang relative lebih besar dibandingkan apabila nilai tukar
rupiah terhadap dollar relative stabil.
Biaya yang dikeluarkan BCA untuk melakukan investasi
di bidang teknologi informasi tidak hanya tersebut di atas, tetapi BCA harus
mempersiapkan para end user yang nantinya akan menggunakan
sistem teknologi tersebut. Persiapan end user tentu
membutuhkan dana yang tidak sedikit hal ini dikarenakan perusahaan harus
melakukan pelatihan yang konsisten yang disesuaikan dengan kebutuhan
perusahaan. Tidak hanya itu perusahaan juga harus mengeluarkan dana untuk
menggaji karyawan dalam melakukan monitoring hasil dari pelatihan yang telah
diberikan perusahaan terhadap para karyawannya.
Keputusan perusahaan untuk melakukan investasi
dibidang teknologi informasi tampaknya telah disadari oleh manajemen BCA untuk
dapat bersaing dalam industri perbankan lainnya. Hal ini dikarenakan dalam
persaingan yang sangat ketat ini perusahaan harus mempunyai competitive
advantage yang dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Di
samping itu jumlah kantor cabang dan nasabah yang terus mengalami peningkatan
akan mempersulit BCA dalam melakukan kontrol terhadap kelangsungan bisnisnya
apabila tidak menggunakan teknologi.
Bank Central Asia (BCA) telah sukses dalam
implementasikan ERP yang merupakan suatu sistem yang terintegrasi. Sebagai
dampak dari kesuksesan implementasi ERP tersebut BCA telah mendapatkan banyak
keuntungan yang dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan.
Sebagai indikasi dari banyaknya keuntungan yang
didapat dari investasi di bidang teknologi informasi adalah semua transaksi
yang dulu dilayani oleh teller sekarang bisa melalui fasilitas
elektronik. Secara kuantitatif jumlah pelanggan produk berbasis teknologi
informasi di BCA mengalami peningkatan hal ini dikarenakan pada saat ini
perkembangan internet di masyarakat terus mengalami peningkatan sehingga
fasilitas teknologi informasi yang disediakan BCA untuk para nasabahnya melalui
pemberian layanan internet banking tampaknya membuat konsumen
merasa nyaman dalam melakukan transaksi. Demikian halnya dengan produk mobile
banking BCA, pelanggan dari produk ini terus mengalami peningkatan
seiring perkembangan industri hand phone di Indonesia.
Investasi di bidang teknologi informasi ini juga
dapat meningkatkan produktivitas perusahan dimana pada tahun 1999 jumlah
pegawai BCA sebanyak 23 ribu orang, sementara pada saat ini pegawai BCA hanya
sebanyak 21 ribu orang padahal jumlah transaksi yang ada di BCA mengalami
peningkatan sebesar tiga kali lipat dari transaksi-transaksi sebelumnya dimana
pada saat ini Bank Central Asia (BCA) melayani transksi sebanyak 3,5 juta
transaksi per hari (Sudarmadi/Abraham Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun
2004).
Penerapan teknologi informasi yang tepat tentu akan
memberi nilai tambah bagi perusahaan demikian halnya dengan Bank Central Asia
(BCA). Penerapan sistem ERP telah berhasil mengintegrasikan semua kantor cabang
dan semua departemen yang ada dalam perusahaan. Kondisi ini menyebabkan
perusahaan akan dapat mengetahui secara akurat dan tepat mengenai proses yang
sedang terjadi dalam perusahaan dan perlu waktu berapa lama lagiapabila proses
tersebut belum selesai. Kondisi ini menjadikan proses yang ada dalam perusahaan
menjadi lebih transparan sehingga perusahaan dapat memelihara tingkat kualitas
pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya dengan jelas. Dengan
pengintegrasian data menjadikan data-data dari kantor cabang dan
departemen-departemen yang ada menjadi lebih transparan yang nantinya akan
mempermudah perusahaan untuk mengetahui kondisi internal perusahaan secara
keseluruhan yang selanjutnya akan mempermudah perusahaan dalam melakukan
pengendalian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih pada saat
ini kondisi perekonomian Indonesia masih belum stabil. Di samping mempermudah
perusahaan dalam melakukan pengendalian, investasi di bidang teknologi
informasi ini juga dapat memberikan kemudahan kepada perusahaan dalam melakukan forecasting karena
adanya data history dalam sistem tersebut dengan demikian
perusahaan akan dapat mengetahui kecenderungan produk di pasaran nantinya sehingga
mereka dapat menentukan perencanaan strategi terhadap target produk mereka di
pasar.
Benefit-benefit yang didapatkan perusahaan dengan
mengimplementasikan teknologi informasi pada umumnya merupakan benefit yang
tidak dapat diukur dengan uang tetapi langsung dapat mendukung kinerja
perusahaan. Oleh karena banyaknya benefit yang diperoleh perusahaan baik yang
dapat diukur maupun yang tidak dapat diukur dengan uang yang secara langsung
dapat mendukung kinerja perusahaan menjadikan BCA tidak menganggap investasi di
bidang teknologi informasi ini sebagai cost center dalam
perusahaan tetapi lebih menganggap investasi teknologi informasi tersebut
sebagai strategic patner perusahaan dalam menjalankan
bisnisnya. Implementasi di bidang teknologi informasi ini juga menjadikan
proses yang ada dalam perusahaan menjadi lebih terkontrol.
Kesuksesan Bank Central Asia (BCA) dalam melakukan
investasi di bidang teknologi informasi dimana dapat terlihat dari nilai aset
dan jumlah pelanggannya yang terus mengalami peningkatan. Kondisi ini
menjadikan bank-bank nasional baik swasta maupun milik pemerintah yang tadinya
ragu-ragu untuk melakukan investasi di bidang teknologi informasi menjadi
tertarik untuk melakukan investasi padahal kesuksesan implementasi di bidang
teknologi informasi dalam sistem yang sama di satu perusahaan belum tentu akan
mendapatkan kesuksesan yang sama meskipun kedua perusahaan tersebut bergerak
dalam industri yang sama.
Kebutuhan yang berbeda yang ada dalam setiap
perusahaan itulah yang menjadikan kesuksesan investasi teknologi informasi yang
sukses di satu perusahaan belum tentu sukses di perusahaan yang sejenis, hal
ini dikarenakan dalam melakukan investasi di bidang teknologi informasi tidak
terletak pada ”what” melainkan lebih menekankan kepada ”how” Jadi sistem
teknologi informasi yang bisa berjalan di BCA belum tentu bisa berjalan di
bank-bank lain. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan harus punya knowledge sendiri
dan harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan itu sendiri (Sudarmadi/Abraham
Susanto, Majalah Swasembada No 24 tahun 2004).
Manfaat
Investasi Teknologi Informasi
Adapun keuntungan yang didapatkan perusahaan dengan
melakukan investasi di bidang teknologi informasi tersebut antara lain:
¨ Kemudahan
melakukan kontrol perusahaan
Implementasi teknologi
informasi seperti ERP yang telah dilakukan oleh BCA menjadikan sistem yang ada
dalam perusahaan tersebut menjadi terintegrasi. Kondisi ini tentu akan
mempermudah perusahaan untuk mengetahui perkembangan bisnisnya setiap saat
karena data yang ada dalam sistem tersebut adalah data yang online dan up
to date dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas
sehari-hari dari tiap departemen dan kantor cabangnya. Kondisi ini tentu akan
mempermudah perusahaan dalam melakukan kontrol untuk menghindari terjadinya
kesalahan dalam proses bisnis, dan apabila kesalahan telah terjadi perusahaan
dapat langsung mengetahui sehingga perusahaan dapat meminimalisasi kerugiannya.
¨ Produktivitas
Meningkat
Pengimplementasian Enterprise
Resource Planning (ERP) pada BCA menyebabkan kinerja
perusahaan menjadi lebih meningkat. Hal ini dikarenakan penguunaan teknologi
tersebut dapat menciptakan kecepatan dalam bekerja dan juga memberikan tingkat
akurasian yang cukup tinggi hal ini tentu akan dapat meningkatkan peroduktivitas
perusahaan karena dengan tingkat kecepatan bekerja yang tinggi perusahaan akan
memperoleh output yang lebih banyak dalam hal ini perusahaan dengan sumber daya
yang tetap akan dapat melayani nasabahnya dalam jumlah yang lebih besar bahkan
dengan digunakannya teknologi ini perusahaan dapat mengurangi sumber dayanya
tetapi output atau banyaknya nasabah yang dilayani mengalami peningkatan.
¨ Kemudahan
dalam melakukan perencanaan strategi
Enterprise Resource
Planning (ERP) merupakan sistem yang terintegrasi sehingga
semua data yang ada dalam setiap departemen dan kantor cabang perusahaan dapat
terintegrasi, kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui
kondisi perusahaan secara detail sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih
lengkap. Informasi yang lengkap tersebut akan dapat membantu perusahaan dalam
melakukan perencanaan bisnisnya di masa yang akan datang yang pada akhirnya
informasi tersebut juga akan membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan
strateginya.
V. Kesimpulan dan Saran
Kita sudah melihat bagaimana system
kerja ERP pada Bank BCA, sekarang kita akan membandingkan bagaimana atau system
apa yang dipakai oleh bank lain, dalam hal ini kami mengambil contoh Bank
Mandiri :
|
BANK BCA
|
BANK MANDIRI
|
|
Investasi di bidang teknologi informasi yang sangat mempengaruhi proses
bisnis BCA menjadi perusahaan yang lebih menguntungkan adalah investasi dalam Enterprise
Resource Planning (ERP). Hal ini dikarenakan penggunaan sistem ERP
dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
Di samping menurunnya biaya operasional dan meningkatnya produktivitas
perusahaan, investasi sistem yang terintegrasi ini juga memudahkan BCA dalam
melihat kondisi internal perusahaan dan dalam melakukan pengendalian terhadap
kantor-kantor cabang BCA yang telah tersebar di seluruh Indonesia ERP telah
mengintegrasikan data-data yang ada dalam perusahaan secara akurat dan
tersimpan dari tahun ke tahun, kondisi ini menjadikan perusahaan mempunyai
data history yang akan sangat bermanfaat dalam melakukanforecasting untuk
mengetahui perkembangan perusahaan di masa yang akan datang
|
Tujuan pengembangan teknologi informasi (TI)
di Bank Mandiri adalah agar setiap nasabah mendapat kemudahan dalam
bertransaksi, baik di wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Bank Mandiri
membutuhkan sistem yang online, real time dan
fleksibel, Karena itulah, Bank Mandiri kemudian mengembangkanDomestic and
International Payment System (DIPS). DIPS digunakan untuk mendukung
proses transaksi domestik dan pembayaran internasional Bank
Mandiri yang dikelola secara terpusat. Tujuan dan target dari implementasi
sistem ini adalah untuk memberikan pelayanan yang sama untuk semua produk
dari seluruh channel guna memenuhi kebutuhan nasabah
|
Berdasarkan uraian di
atas baik Bank BCA maupun mandiri sama-sama memiliki keunggulan tersendiri
dalam hal pemanfaatan teknologi, Bank BCA menggunakan sistem Enterprise
Resource Planning (ERP) untuk menurunkan biaya operasional, meningkatkan
produktivitas perusahaan, dan melakukan pengendalian terhadap kantor-kantor
cabang BCA sehingga dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pengontrolan,
sedangkan Bank Mandirimengembangkan Domestic
and International Payment System (DIPS) untuk mempermudah dalam
mengelola proses transaksi domestik dan pembayaran internasional.
VI. Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut di atas dapat ditarik beberapa
kesimpulan yaitu:
Investasi di bidang teknologi informasi sangat diperlukan
secara mutlak bagi perusahaan atau industry manapun meskipun dalam melakukan
investasi di bidang teknologi informasi ini perusahaan harus mengeluarkan dana
yang cukup. Hal ini dikarenakan investasi tersebut telah banyak memberikan
keuntungan bagi perusahaan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kinerja
perusahaan untuk jangka panjang dalam menghadapi persaingan global.
Perkembangan teknologi informasi
sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dan telah mengubah pola-pola
hubungan sosial, perekonomian (bisnis) dan politik.
Peran teknologi informasi dalam
Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan Informasi global ini
sehingga dalam derajat tertentu, teknologi informasi disamaratakan dengan
Internet. Internet sendiri memang fenomenal kemunculannya sebagai salah satu
tiang pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Internet
menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya
dalam dunia baru, yaitu dunia “maya”.
Aplikasi teknologi informasi dalam
internet memungkinkan dikembangkannya sistem informasi manajemen yang memiliki
beberapa kelebihan, diantaranya kemudahan dalam mendistribusikan program
aplikasi, mudah dan praktis karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun,
memiliki akses informasi yang lebih cepat, murah dan lebih baik serta mampu menurunkan
biaya atas kebutuhan penyampaian dan penyebaran informasi.
Aplikasi teknologi informasi dalam
internet banking akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktifitas
sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih
efektif daripada bank konvensional.
Peran aplikasi teknologi informasi
sangat vital dalam internet banking. Tanpa adanya aplikasi teknologi informasi
dalam internet banking, maka internet banking tidak akan jalan dan internet
sendiri tidak akan berfungsi/berguna, karena yang menjalankan internet adalah
aplikasi teknologi informasi yang ada di dalam internet itu sendiri
(terkoneksi).
seluruh perbankan di Indonesia sekarang ini
telah memberikan pelayanan secara real time on line dalam
bertransaksi. Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak,
dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran
teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang
diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam
dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat
dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi
bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern perusahaan, juga bertujuan
untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers
Daftar
Pustaka
Informasi Manajemen (Edisi 10)
Raymond McLeod Jr dan George P. Schell
Online :
PT BCA Tbk (2014). About BCA. From http://www.bca.co.id/id/about/about_bca_landing.jsp, 27
Mei 2015
PT BCA Tbk (2014). Produk Dan Layanan. From http://www.bca.co.id/id/about/cari-tahu-tentang-bca/produk-dan-layanan/produk-dan-layanan_landing.jsp,
27 Mei 2015

